Materiuas's Blog

26/01/2010

PEMERIKSAAN DARAH HEMOGLOBIN DAN GLUKOSA DARAH

Filed under: 1 — materiuas @ 9:03 am

PEMERIKSAAN DARAH
HEMOGLOBIN DAN GLUKOSA DARAH

KLINISI / PARAMEDIS PASIEN PHLEBOTOMIST

Identifikasi pasien

Keadaan klinis

Tindakan / terapi

Komunikasi

Persiapan pasien

Identitas

Kejujuran

Kepatuhan

Komunikasi

Persiapan

Identifikasi pasien

Kejujuran

Ketrampilan

Komunikasi

Pengetahuan

KLINISI / PARAMEDIS

1.IDENTIFIKASI PASIEN:

IDENTITAS PASIEN HARUS JELAS DAN LENGKAP

2.KEADAAN KLINIS PASIEN:

HARUS DICANTUMKAN PADA FORMULIR PERMINTAAN PEMERIKSAAN

3.TINDAKAN/TERAPI:

TINDAKAN / TERAPI YANG DIPERKIRAKAN DAPAT MEMPENGARUHI HASIL

PEMERIKSAAN   HARUS DICANTUMKAN

4.KOMUNIKASI:

PASIEN HARUS MENDAPAT PENJELASAN TENTANG MAKSUD,TUJUAN DAN

JENIS  PEMERIKSAAN YANG HARUS DIJALANI , DAN BILA PERLU DIMINTA

PERSETUJUANNYA.

5.PERSIAPAN PASIEN :

PASIEN HARUS MENDAPAT PENJELASAN TENTANG PERSIAPAN YANG HARUS

DILAKUKAN  SEBELUM  MENJALANI  PEMERIKSAAN LABORATORIUM.

PASIEN

1. IDENTITAS :

TANYAKAN NAMA ,UMUR, ALAMAT,BILA PERLU TANYAKAN TANDA PENGENAL

2. KEJUJURAN :

TANYAKAN SECARA HATI-HATI SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN

DENGAN SAKIT YANG DIDERITA,PERSIAPAN SEBELUM PEMERIKSAAN DLL.

3. KEPATUHAN :

KADANG-KADANG PERLU KONFIRMASI KEPATUHAN PASIEN PADA

INSTRUKSI PENGOBATAN ATAU PERSIAPAN PEMERIKSAAN

4. KOMUNIKASI :

BERIKAN JAWABAN YANG CUKUP ATAS PERTANYAAN PASIEN,

BERIKAN PENJELASAN TENTANG TATA CARA PERSIAPAN SEBELUM

MENJALANI PHLEBOTOMY.

5. PERSIAPAN :

LAKUKAN KONFIRMASI APAKAH PASIEN BENAR-BENAR TELAH

SIAP MENJALANI PHLEBOTOMY.

PHLEBOTOMIST

1. IDENTIFIKASI PASIEN :

à JANGAN SAMPAI SALAH PASIEN !

2. KEJUJURAN :

àLAKSANAKAN PROTAP !

3. KETRAMPILAN  :

àMERUPAKAN KOMPETENSI UTAMA.

4. KOMUNIKASI :

àKOMPREHENSIF,EFEKTIF

5. PENGETAHUAN :

àKOMPREHENSIF

Faktor yang harus diperhatikan pada waktu pengambilan sampel :

a.         Tabung/botol penampung : bersih, kering dan bertutup. Semprit/lanset : bersih, kering dan steril.

b.         Label pada tabung/botol penampung : nama, umur, tanggal, nomor register dan waktu pengambilan.

c.         Antikoagulan, bahan pengawet : tgt. jumlah dan macam sampel.

d.         Desinfeksi kulit : alkohol 70% atau betadin.

e.         Vena : jangan diambil pada lini vena yang sedang diinfus.

f.          Stasis vena

g.         Posisi tubuh

h.         Hindari hemolisis

i.          Darah kapiler : jangan memijit/memeras  ujung jari terlalu keras.

Faktor yang harus diperhatikan sesudah pengambilan sampel :

a.         Pengawet/antikoagulan harus dicampur dengan baik.

b.         Formulir permintaan laboratorium yang jelas.

c.         Pengiriman secepatnya.

d.         Darah penuh (whole blood) tidak boleh disimpan

Serum/plasma boleh disimpan selama waktu tertentu. (tergantung jenis pemeriksaan)

Ada beberapa cara penentuan kadar Hb :

1. Metode Berat Jenis (metode Cupri-Sulfat)
2. Metode Gasometrik (O2 atau CO)
3. Metode Kimia (kadar Fe dalam Hb)
4. Metode Kolorimetrik

Metode Kolorimetrik :

1. Direct Matching methods (Tallqvist)

2. Metode Hematin-Asam (Sahli)

3. Metode Hematin-alkali

4. Metode Oksihemoglobin

5. Metode Sianmethemoglobin

Metode Hematin-Asam (Sahli) :

  • Prinsip :

    – darah + lar.asam encer (HCl 0.1N) → hematin
    asam → diukur kadarnya dgn membandingkan
    warna lar.hematin-asam thd warna standar
    secara visual .
  • Bahan & Alat :

    - Hb-meter Sahli

  • Hb-meter Sahli terdiri dari :

    1. Gelas standar berwarna coklat
    2. Tabung Sahli berskala (g% dan %)
    3. Pipet Sahli (volume 20 μL)
    4. Pengaduk gelas
    5. Pipet Pasteur
    6. Larutan HCl 0.1N
    7. Aquadest

  • Prosedur Kerja :

    - Tab.Sahli diisi lar.HCl 0.1N sampai tanda 2 g%

- Darah kapiler (tusuk-kulit langsung) atau

darah-EDTA dihisap kedalam pipet Sahli

sampai tepat tanda “20 cmm”

- bersihkan sisa darah pada bagian luar pipet

Sahli

Tiup 20 cmm darah dari pipet kedalam
tabung Sahli hati2 sambil dibilas beberapa
kali dengan lar.HCl 0.1N

- Campur rata darah-HCl 0.1N , tunggu
10 menit agar hematin asam terbentuk

lengkap.

- Encerkan lar.hematin-asam dgn aquadest
sampai warnanya sama dgn warna kaca-
standar Sahli → baca angka pada skala tepat

setinggi meniskus larutan hematin asam

Perhatikan :

  • warna kaca-standar mudah berubah karena

waktu, suhu, sinar matahari)→ sewaktu-waktu

harus dikaliberasi  dengan metode-rujukan

SianmetHb → ditentukan Faktor-Koreksi nya.

à pd hemometer Sahli biasanya ditempelkan

nilai Faktor-Koreksi yang berlaku saat itu)

Cara menentukan Faktor-Koreksi :

1.         Periksa sedikitnya 10 sampel darah dgn cara Sahli dan SianmetHb (yg sudah di kaliberasi)

2.         Hitung rata-2 nilai Hb dari cara Sahli (misalnya X g%), dan nilai Hb cara SianmetHb (misalnya Y g%)

3. Nilai yg dianggap benar (SianmetHb = Y)
= Faktor-Koreksi x nilai Hb-Sahli (= X)

Y = f x X
f = Y : X

4. Tiap kali mendapatkan nilai Hb dari Sahli, harus dikalikan dgn Faktor-Koreksinya (f)

Angka Kesalahan :

  • Angka kesalahan = 5 – 10%, karena :

    1. Faktor Alat :
    – vol.pipet kurang tepat
    – warna kaca standar berubah

- kadar larutan HCl kurang tepat
2. Faktor manusia :
– pengambilan darah
– penglihatan petugas
– bias (intensitas warna)

Cara Sianmethemoglobin :

  • Alat : spektrofotometer
  • Reagensia :
    R/ NaHCO3                1.0 g
    KCN                           50.0 mg
    K3Fe(CN)6               200.0 mg
    Aquadest      1000.0 ml

    à pH 7,0 – 7,4

Modifikasi :

tambahkan detergent : Sterox-SE, Nonidet P40,

Saponic-218, Triton X-100

à agar eritrosit lisis sempurna

à mengurangi kekeruhan

dan reaksi lbh cepat  (< 5 menit)

  • Prinsip :
    darah + lar.Drabkin :

Hb + K3Fe(CN)6  → MetHb .
MetHb + KCN → SianmetHb

  • Prosedur :
    1. masukkan 20
    μl darah kedalam tabung berisi
    5 ml lar.Drabkin ( dilusi 1:250 )
    2. Campur baik-2, biarkan 10 menit,

masukkan kuvet
3. Baca absorbans pd spektrofotometer (
λ =
540 nm ) dgn lar.
Drabkin sbg blanko .

4. Masukkan kedalam kuvet lain, lar.standar
HiCN yg telah diketahui kadarnya , dan baca
absorbansnya pada
λ = 540 nm .

Kalkulasi :
Abs sampel
Kdr Hb (g/dl) =                         x kdr stdr HiCN

Abs standar

Atau dari beberapa kadar lar.Standar  HiCN (Standar HiCN pd berbagai pengenceran)  dibuat Kurva-Standar Hb ( kurva kaliberasi )

CARA – CARA  PENGAMBILAN   DARAH

kadar glukosa darah dapat ditentukan

1. Dalam  serum

2. Dalam  darah utuh

( whole blood )

Cara pengambilan  darah untuk  kadar
glukosa  dalam  serum

1.   Darah diambil melalui pembuluh vena ( umumnya vena mediana cubiti )     sebanyak       3 ml

2.   Darah dimasukkan ke dalam tabung bersih tanpa antikoagulan atau tetap di dalam semprit ( spuit , syring )

3.   Segera dikirim ke laboratorium  ( kurang dari  1 jam     sesudah pengambilan )

Cara pengambilan  darah untuk  kadar
glukosa  dalam  darah utuh ( whole blood )

1.   Darah diambil melalui pembuluh darah kapiler di ujung jari

( jari   manis  atau jari tengah ) menggunakan  lanset

2.   Dimasukkan  ke dalam tabung penampung yang berisi antikoagulan

( campuran EDTA  dan  NaF ; disediakan oleh laboratorium )

tetes demi  tetes sebanyak ½ ml  sambil dikocok / dicampur                     dengan   cara memutar botol  sampai merata

3.   Segera dikirim  ke laboratorium

(  kurang dari 1 jam sesudah pengambilan )

1.    Pasien yang sedang  di INFUS  GLUKOSA /  DEXTROSA , pengambilan darah

( dengan tujuan  melacak  kemungkinan  adanya  DM ) dilakukan sesudah menghentikan aliran infus   minimal 10  menit .

Pengambilan darah harus dilakukan pada sisi lain  dari lengan yang  di infus.

  1. 2. Bila karena alasan tertentu infus tidak dapat / tidak boleh dihentikan, mohon  dokter yang  merawat  memberikan keterangan / catatan (contoh : infus  tidak boleh dihentikan !)

3.  Untuk pasien yang di INFUS  selain  Glukosa/Dextrosa ,        pengambilan   darah dilakukan  tanpa harus menghentikan aliran infus, di sisi lain  dari lengan  yang di infus.

4.  Dianjurkan  penggunaan  darah penuh  hanya untuk    penentuan  glukosa  degan  STIK   ( glucometer )

5.  Semua pengiriman sampel harus  disertai label identitas   pasien yang jelas

( minimal  nama  dan no. register )

  • Untuk pemeriksaan glukosa darah , spesimen pilihan : darah vena , kapiler
  • Darah yang tidak disentrifus , menurunkan kadar glukosa 5 – 7 % perjam

( 5 – 10 mg/dl )

  • Darah yang disentrifus , aktivitas glikolisis (-)

kadar glukosa stabil 8 jam pada suhu

25 o C dan 72 jam pada suhu 4 o C

  • Kadar glukosa darah  kapiler 2 – 5 mg / dl lebih tinggi dibandingkan glukosa darah vena
  • Spesimen darah vena à plasma , serum
  • Spesimen darah kapilerà Darah utuh

Jenis   pemeriksaan  kadar  glukosa  darah

I.     Glukosa  darah   puasa

Pengambilan darah  harus dilakukan  di waktu pagi

Pasien  diminta untuk  puasa  selama 10-16 jam sebelum  pengambilan darah

( umumnya  puasa  dimulai antara jam 21.00 – 22.00 )

Selama puasa  diperbolehkan  minum air tawar / air putih

Darah  diambil antara  jam 07.00  –  08.00 pagi

II.   Glukosa  darah  2 jam  sesudah  makan ( 2 jam post prandial )

Pengambilan darah  dilakukan  2 jam  tepat  sesudah selesai makan

Pengambilan darah tidak harus  di waktu pagi

Pasien dalam pengobatan DM, tidak diperbolehkan menghentikan pengobatan

pada  waktu pemeriksaan.

Pasien dalam  pengobatan  sebaiknya  melakukan pemeriksaan  waktu pagi,

( minum obat atau suntik insulin, kemudian makan dan 2 jam kemudian diambil darah )

III.    Glukosa  darah acak  ( random blood glucose )

Pengambilan darah dilakukan setiap saat ,

tidak  perlu  persiapan

IV. Tes toleransi glukosa oral

( Oral Glucose Tolerance Test, OGTT )

Tiga hari  sebelum  pemeriksaan  pasien  harus      mengkonsumsi  karbohidrat ( nasi  atau yang lain ),  minimal  150 gram / hari

Untuk  orang Indonesia , syarat ini  tidak perlu diminta, karena  kebiasaan makan  karbohidrat orang Indonesia  lebih  dari 150 gram / hari

Pemeriksaan  harus dilakukan  di waktu pagi

Tes toleransi glukosa oral

( Oral Glucose Tolerance Test, OGTT )

Pasien diminta untuk puasa 10-16 jam sebelum pengambilan darah

(  puasa dimulai antara  jam  21.00  – 22.00 )

Selama puasa diperbolehkan minum air tawar / air putih

Pengambilan darah dilakukan  antara jam 07.00  –  08.00

( pengambilan pertama, Glukosa Puasa )

Kemudian pasien diminta untuk minum larutan glukosa
75 g dalam 200 ml air untuk dewasa atau  1,75 g/kg BB untuk anak-anak

( glukosa  bubuk dalam kemasan 75 g  disediakan di laboratorium )

Larutan glukosa  sebaiknya  diminum  sekaligus habis.

Kalau mual, boleh  dihabiskan  maksimal sampai 5 menit

Dua jam tepat sesudah  minum, dilakukan pengambilan darah ( pengambilan kedua, Glukosa  2 jam Sesudah Beban )

V. OGTT  WANITA  HAMIL
(DIAGNOSIS GESTATIONAL DIABETES MELLITUS)

Skrining

Tahun 1973, Mahan dan O’Sullivan menggunakan tes toleransi glukosa oral dengan glukosa 50 gram (1 jam) sebagai tes skrining GDM

Serum glucose                                   Proportion with     Sensitivity for GDM

cutoff point                           positive test

>140 mg/dl                             14-18 %                      ~80%

>130 mg/dl                             20-25%                       ~90%

  • * Recommendations as adapted by Metzger et al.

  • Hasil positif pada 50-g TTGO dilanjutkan dengan test diagnostik (75-g atau 100-g TTGO )
  • 100-g TTGO sebagai gold standard untuk diagnosis GDM.
  • Puasa semalam ( 8 jam, tidak lebih dari 14 jam), 3 hari terakhir konsumsi karbohidrat ≥150 gram/hari

Diagnosis GDM

Pertimbangkan keadaan berikut:

    1. Bukan DM tipe 2,
    2. Gangguan toleransi glukosa ringan sebelum kehamilan dan bertambah berat selama kehamilan
    3. Toleransi  glukosa normal sebelum kehamilan dan abnormal dengan ↑ umur kehamilan
    4. Tidak terdiagnosis menderita DM tipe 1 pada saat kehamilan

Enam minggu pasca melahirkan ,klasifikasi ulang penderita  masuk dalam katagori

DM

IFG (Impaired Fasting Glucose)

IGT (Impaired Glucose Tolerance)

Normoglikemia

Procedure                                               Glucose cut points

Time (h)           mg/dl             mmol/l

100-g, 3-h OGTT      Fasting                              90                  5.3

1                          180                10.0

2                          155                 8.6

3                          140                 7.8

75-g, 2-h OGTT                    Fasting                             95                  5.3

1                         180               10.0

2                         155                  8.6

Point of Care Testing (POCT)

  • Prosedur pemeriksaan laboratorium yang dikerjakan langsung di samping pasien.
  • Pemeriksaan di luar laboratorium yang umumnya dilakukan oleh tenaga non laboratorium

Keunggulan POCT

Perlu sedikit sampel

Kisaran waktu lebih singkat

Pemeliharaan yang minimal

Kalibrasi secara otomatis

  • Setetes darah è dimasukkan ke area target sampel

Faktor Preanalitik Darah arteri vs Vena atau kapiler
Pembersihan instrumen yang tidak sempurna
㌌㏒琰茞Ü Prosedur QC yang tidak tepat
㌌㏒琰茞Ü Keringat atau suhu tubuh
㌌㏒琰茞㵂Ü Tekanan darah Sistolik < 80 mm Hg
Faktor Analitik Kadar glukosa ekstrim
㌌㏒琰茞㵂Ü Kadar hematokrit yang ekstrim
㌌㏒琰茞㵂Ü Teknik yang kurang tepat
㌌㏒琰茞㵂Ü Ketidaksesuaian antara kalibrasi pada monitor  glukosa dengan kalibrasi pada test strip
㌌㏒琰茞㵂Ü Dopamin iv
㌌㏒琰茞㵂Ü Kadar protein total yang rendah
㌌㏒琰茞Ü Status oksigenasi (pO2)
Faktor Post-analitik Kesalahan pemasukan data

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Silver is the New Black Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: