Materiuas's Blog

26/01/2010

PEMERIKSAAN LABORATORIUM GLUKOSA URINE DAN PROTEIN URINE

Filed under: 1 — materiuas @ 9:07 am

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
GLUKOSA URINE
DAN
PROTEIN URINE

JUMLAH  URINE
( PRODUKSI  URINE  PER 24 JAM )

Bayi                     :   30  –  500  ml

Anak ( 1-14 th )   :  500 – 1400 ml

Dewasa               :  600 – 1600 ml

anuria       :        ≤ 100  ml

oliguria      :           100 – 600  ml

poliuria       :        > 1600 ml

Proteinuria

  • Adanya protein dalam urine
  • Orang sehat : ekskresi urine < 30 mg/24 jam
  • Proteinuria : ekskresi ³ 300 mg/24 jam

  • Mekanisme :

– prerenal proteinuria

– glomerular proteinuria

– tubular proteinuria

Mikroalbuminuria

  • Mikroalbuminuria : ekskresi 30-300/24 jam yang diperoleh 2 kali dari 3 kali pemeriksaan

PROTEINURIA

  • Normal : protein diekskresi ke dalam urine

< 150 mg/24 jam

  • Urine normal terdiri dari : albumin 30%, globulin 30%, Tamm-Horsfall protein 40%
  • Protein dengan BM > 20.000 dalton sukar melewati dinding kapiler glomerulus
  • Glomerular basement membrane bermuatan negatif, demikian juga albumin → menghalangi keluar

  1. 1. PRERENAL  PROTEINURIA

2.   GLOMERULAR   PROTEINURIA

3.   TUBULAR   PROTEINURIA

Protein dalam urine (komposisi)

PRERENAL  PROTEINURIA

- tidak  ada kelainan  glomerulus ( ginjal )

- ekskresi  protein dengan  berat molekul  rendah

( hemoglobin, protein Bence Jone )

GLOMERULAR  PROTEINURUA

-  Ada  kelainan  glomerulus  ginjal

-  Permeabilitas  terhadap  protein ↑

contoh :   glomerulonephritis

sindroma  nefrotik

  • Glomerular

– paling sering

– kadar bervariasi sampai > 100 g/hari

– disebabkan ↑permiabilitas,

bermacam- macam proses

  • Overflow : produksi protein yang berlebihan

TUBULAR  PROTEINURIA

gangguan  reabsorpsi  protein  di tubulus

contoh : hemoglobinuria

ortostatik proteinuria

keracunan obat

GLUKOSURIA

adanya  glukosa dalam  urine

Pada  ginjal sehat  :   glukosuria terjadi jika  kadar  glukosa

darah   ≥   180 mg/dl

( nilai ambang ginjal terhadap glukosa )

Renal  glukosuria :   glukosuria yang disebabkan kelainan

sel tubulus ( reabsorpsi glukosa ↓ )

( nilai ambang ginjal terhadap glukosa ↓ )

SAMPEL URINE

1.         Urine sesaat : urine acak ( random )

2.         Urine pagi      :           urine pertama di pagi hari ¯

Paling baik untuk urinalisis :

–  volume dan osmolaritas seragam

–  lebih kental

–  pH rendah

  1. Urine segar ( <  1 jam dari penampungan )
  2. Urine Post Prandial : 1 ½ – 3 jam setelah makan
  3. Urine 24 jam :

06.00                                       06.00

dibuang                                    ditampung

URINE ® disimpan

²     > 1 jam           : terjadi perubahan sel / susunan kimia.

²     Tidak steril     :           timbul bakteri

–        ureum ® CO2 + NH3

pH urine  :  basa

CaSo4 ¯ , MgSo4 ¯,

Sedimen (torak) : rusak

Ureum ¯

–        Glukosuria : kadar glukosa ¯ ® hasil negatif palsu !

²     Bilirubin (terikat)

hidrolisis         oksidasi

¯

as. Glukorunat          biliverdin

+              (hijau)

biluribin (bebas)

²     Urobilinogen ® Urobilin

– urine harus segar/baru

– lemari es (tempat tertutup)

– pengawet ® tidak dianjurkan

Pemeriksaan kuantitatif urine 24 jam :

– pengawet ® tergantung bahan yang

diperiksa.

BAHAN PENGAWET UNTUK URINE :

1.         10%  Thymol             –           Asam amino

1%                  Urea

Isopropanol                                    Kreatinin

Asam urat

2.         NaHCO3   5 g                        –           Urofirin                                                                      Koproporfirin

Porfobilinogen

3.         1%  Asam Borat   5 ml         –           Hormon (steroid)

Estrogen

Pregnantriol

4.         Asam Asetat glasial  20 ml    –           Katekolamine

( pH  : 3  )

5.         10% HCl   20 ml                    –           Asam 5-Hidro Indolasetat

6.         4oC ( lemari pendingin )       –           Enzim

Kuman

Pemeriksaan Urine:

A.        Pemeriksaan Fisis :   1.         Jumlah

2.         Bau

3.         Buih

4.         Warna

5.         Kejernihan

6.         Berat jenis.

B.        Pemeriksaan Kimia :            1.         pH

2.         Protein

3.         Glukosa

4.         Badan keton

5.         Bilirubin

6.         Urobilinogen / Urobilin

C.        Pemeriksaan Mikroskopis :  1.         Sel darah, sel epitel.

2.         Torak

3.         Kristal

II.        Protein Urine ® Albumin, Globulin

Sifat pemeriksaan :

s         Kualitatif

- reaksi Heller

- reaksi Roberts

s         Semi kuantitatif

– tes rebus

– tes sulfosalisilat

– carik celup visual

s         Kuantitatif

– Esbach

– carik celup :

fotometer refleksi

  • Tes penyaring →Tes carik celup
  • Ada kemungkinan positif palsu dan negatif palsu

Hasil positif → ulang tes  2-3 X

  • Penyebab transient proteinuria :

– gagal jantung kongestif

– olah raga

– panas badan

PERCOBAAN REBUS

Prinsip :

Protein dalam suasana asam lemah

® dipanaskan ® denaturasi

® endapan ( + )

* Syarat sampel ® putar / saring

1500 – 2000 RPM

( 5 menit )

Hasil :

( – )      :           tetap jernih

(+)       :           kekeruhan minimal

( 0,01 – 0,05 g/dl ).

® huruf cetak terbaca

(+ +)    :           Kekeruhan nyata

ada butir-butir halus

(0,05 – 0,2 g/dl

® Garis tebal terbaca

(+ + +) :           gumpalan-gumpalan yang nyata

( 0,2 – 0,5 g/dl )

(+ + + +)          :           gumpalan-gumpalan besar atau

telah membeku  (  > 0,5 g/dl )

Protein Bence – Jones :

    • BM kecil (  < albumin )
    • Monoklonal  Ig ® light chain
    • Mengendap pada suhu  40o – 60oC.

( Pemeriksaan kualitatif )

*        Cara :

  • ± 4 – 10 ml urine ® saring/sentrifus
  • di tambah  bufer ® pH ± 4,9 – 5,1

Water bath     endapan         w.b      mendidih (3’)

15’

(± 40-60oC)

® hilang/endapan berkurang

® Bence Jones protein (+)

Catatan :

-           Bila endapan >> ® (albumin/globulin) ® saring
® filtrat didinginkan ® to 40-60oC keruh ® mendidih ® larut ®Bence Jones protein (+)

Pemeriksaan Kuantitatif :

Alat                 :           Albuminometer

dari Esbach

Prinsip            :           + As. Pikrat

¯

Protein ¯

Syarat :

– urine jernih (24 jam)

– bereaksi asam

– tidak boleh pekat

* Catatan :

Protein rebus : ++

® pemeriksaan Esbach

TEHNIK :

s         Tampung urine 24 jam ® ukur volume

s         Aduk sampai rata

s         Ambil urine secukupnya ® + asam cuka sampai pH ± 6 ® saring

(Periksa dengan kertas pH )

* Total protein dalam 24 jam =

Vol. Urine 24 jam ( L )  X  hasil (gram / L) =

…….. gram / 24 jam.

III.       Tes Glukosa Urine

Reaksi Reduksi

Fehling

Benedict         Semi-kuantitatif

Clinitest

Reaksi Enzimatik

Carik celup    – Semi-kuantitatif

– Kuantitatif

III.       glukosa ® 1. Reduksi

2. Ensimatik

1.  Reduksi ® cara fehling

Prinsip            :           Dalam suasana Lindi (basa) glukosa mereduksi Cupri (CuO) ® Cupro (Cu2O) yang mengendap dan berwarna merah bata.

Reagen :

Fehling A                                                                   Fehling B

R/       Cupri Sulfat 69,3                               R/ K-Natartrat 346

Aquadest ad 1000ml                         Na-Hidroksida 100

Aquadest ad 1000 ml

Hasil :

Negatif            : tetap biru atau hijau jernih

Positif (+)        : keruh warna hijau agak kuning

Positif ( + + )  : kuning kehijauan dengan endapan kuning

Positif ( + + + ): kuning kemerahan, endapan kuning merah

Positif ( + + + + ): merah jingga sampai merah bata

Cara Benedict :

Prinsip             :  Fehling

Perbedaan       :  pereaksi basa-nya

Reagen                        :  Cu SO4 5H2O 17,3 g

Na-Citrat 173 g

Na Carbonat 100 g

Aquadest ad             100 ml

CARA KERJA PEMERIKSAAN BENEDICT

  1. Teteskan 8 tetes urine ke dalam tabung (0,5 ml)
  2. Tambahkan reagen benedict 5 ml
  3. Campur dengan baik dan letakkan dalam waterbath mendidih selama 5 menit
  4. Angkat dari waterbath tsb. Dan masukkan dalam waterbath dengan suhu ruang (dingin) selama 10 menit
  5. Baca segera

Protein :

Yg terukur pada dipstick adalah Albumin.

Carik celup tidak sensitif untuk globulin & protein Bence Jones.

Prinsip reaksi: Indikator warna: Tetra Bromfenol Biru yang dipertahankan oleh buffer pada

pH  =  3 ( warna kuning)

+ protein (albumin)

¯

(warna  hijau – biru)

( tergantung S protein )

Penyebab positif palsu proteinuria

  • urine pekat (concentrated urine)
  • urine alkali
  • urine yang mengandung darah
  • pemberian radiocontrast

Negatif palsu tes carik celup urine

  • Urine dilusi
  • Proteinuria ringan (mikroalbuminuria)
  • Protein bermuatan negatif (light chains)

7.         Glukosa ® cara : Enzimatik

7.1. glukosa Oksidase

- glukosa  +  O2 ® Asam glukonat  +  H2O2

GOD

Peroksidase

- H2O2 + Kromogen             a). O-toluidin ® O-totuidin + H2O

(red = m.m)          (oks = biru)

¯

hijau muda ¬ tartrazin (kuning)

biru

Peroksidase

b). Kompleks ® kompleks + H2O

Iodine                   Iodine

( Oks = coklat )

7.2. Hexokinase ® ( lebih spesifik )

TES GLUKOSA URINE

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Silver is the New Black Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: